Saturday, June 9, 2018

Review Swiss Paris Lotion

Hi.. Sahabat nila dimanapun berada. Semoga sehat selalu yaa..

Hari ini gue mau review produk penghilang kutil/tahi lalat yang lagi booming nih. Kalian pasti udah pada tau dong sama yang namanya "Swiss Paris Lotion". Awalnya sempet ragu mau pake produk ini karena takut akan efek sampingnya. Tapi setelah melalang buana di berbagai online shop di lazada, tokopedia, sama shopee dan baca komentar positif customersnya akhirnya gue putusin buat order produknya. Kebetulan gue beli di online shop yang ada di Surabaya which was ongkir murah dan datangnya cepet lagi hehe (nb: lupa nama olshopnya)

Harga Swiss Paris pun gak bikin kantong bolong loh..secara cuman Rp32.000 aja kalian bisa ngusir tahi lalat sampe copot sendiri hehehe


Cara pakai Lotionnya

To be honest dari SD gue udah punya dua tahi lalat yang bisa dibilang cukup gede segede biji pepaya LOL yang satu di bawah mata, satunya lagi di hidung. Nah yang bikin agak kurang PD tuh yang di hidung nih karena tiap bertambahnya usia gue, doi ikutan numbuh jugaa huhu kan syedihhh ya guys.

Sewaktu SMA juga ada guru gue yang usil banget, tiap ketemu suka ngatain kalo tahi lalatnya nila harus segera dioperasi karena itu termasuk tumor jinak, nah pasti takut dong denger kata operasi secara gue paling anti sama yg namanya jarum dan sekawannya. Akhirnya masa bodoh dah sama omongannya guruku itu toh aku masih PD PD ajah haha

Terus kenapa nila akhirnya mutusin buat nyopot si tahi lalat?? Jeng...jeng...

Setiap kali ngeliat cermin, si Tahi lalatku tuh makin menonjol and gedeee banget. Gue makin risih aja ada daging item tumbuh gede di hidung hehe

Nahh...

Setelah si Swiss paris mendarat dengan selamat sampai di rumah (nb: alhamdulillah dibungkus dengan aman) , malemnya langsung gue totolin ke tahi lalat yang ada di hidung gw. Awalnya biasa aja guys, gak sakit cuman sedikit krenyeng-krenyeng haha bahasa apa itu ya :D terus after 15 minutes gue bilas pake kapas yang dikasih air.. uwihhh si lotionnya ini nempel dan tambah krenyeng2 pas dilapin. Gak sampe disitu aja yah..kita harus totolin lagi tuh lotion untuk yang kedua kalinya dan rasanyaaaa...duh gustiiii...perihhhh coyyy.
Abis tuh biarin ajah..bilas pagi hari aja ya guys. Dan tunggu sampe kering dan copot sendiri.

Produk ini cepet kering di gue, sekitar 6 hari udah copot nih tahi lalat hihi SENENg gak nila? Jangan ditanya haha seneng banget lah coyyyy

Kalau ditanya apa tahi lalat gue copot se akar2nya? Emm kayaknya nggak deh, karena ini udh gede banget dan mungkin someday bisa numbuh lagi hihi tapi semoga tidak sebesar sebelumnya aja yaaa laaat..tai lalat!

Today, 9th June 2018
Telah copot tahi lalat di hidung nila karena pemakaian Swiss Paris Lotion selama 6 hari Xoxoxoxo

Sebelum Swiss Paris menyerang hidung gue

Maaf ya teman-teman, belum bisa kasih lihat foto yang pas udah copot, karena baruuu aja copot hari ini dan masih sedikit terluka hiks.

Sekian dan terimakasih.
Ini tahi lalat gue yang copot





Monday, April 23, 2018

Pengalaman Ujian TPA & TOEFL Universitas Pertahanan 2018

Assalamualaikum happy people..

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang menceritakan tentang pengalaman pertama saya ke Jakarta-Bogor. Nah.. sebenarnya inti utama yang ingin saya ceritakan adalah suka duka mengikuti UJIAN MASUK Universitas Pertahanan (UNHAN). Ada beberapa poin penting yang bisa saya bagikan dalam tulisan ini, seperti jadwal pendaftaran, besarnya biaya transportasi dan akomodasi.


Jadwal Pendaftaran

Terkait jadwal pendaftaran untuk lebih lengkapnya bisa di akses di website UNHAN. Awal tahun 2018, saya mendaftar beasiswa UNHAN secara online di gelombang pendaftaran yang pertama. Alhamdulillah selepas pengumuman seleksi administrasi tiba, nama saya pun tercantum di dalam daftar calon peserta ujian tahap selanjutnya yaitu TPA dan TOEFL. Saat itu saya sangat kelabakan karena pengumuman yang sangat mendadak sehingga saya memutuskan untuk tidak hadir di seleksi ujian tersebut. Menyesal? sangat! Namun bukan Nila jika putus asa di tengah perjuangan. Bagi saya, gagal bukanlah akhir dari segalanya. Berkali-kali saya gagal mendapatkan beasiswa, beribu-ribu kali saya akan berusaha untuk bangun dan memperbaiki kesalahan-kesalahan saya. Saya yakin, Tuhan tidak pernah tidur dan selalu melihat perjuangan saya. Oleh karena itu, penyesalan hanya akan menjadi godaan untuk menyerah jika kita tidak segera bangun dan memperbaikinya . 

Beruntung sekali, kampus ini membuka 2 gelombang pendaftaran dan beruntung pula saya masih diberikan kesempatan untuk mendaftar kedua kalinya. Saya pun memutuskan untuk menyiapkan segala keperluan tes jauh-jauh hari bahkan sebelum pengumuman diberikan. Akhirnya saya melakukan reservasi tiket kereta api di tanggal yang sudah tercantum dalam jadwal pendaftaran. Dua lembar tiket pulang-pergi pun telah saya kantongi kala itu. Namun yang terjadi saat pengumuman diberikan adalah jadwal ujian ditunda satu minggu dari jadwal awal karena adanya peringatan hari besar islam 'Isra Mi'raj'. Saya pun segera membatakan tiket saya ke stasiun terdekat dan melakukan reservasi ulang.

Biaya Transportasi 

Untuk menuju UNHAN memang diperlukan niat dan modal yang cukup banyak karena untuk menuju lokasi tes cukup jauh dari kota sehingga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk tiket kereta dan 'grab' misalnya. Saya menghabiskan Rp 300.000 untuk tiket kereta api Mojokerto- Jakarta, Rp 6000 untuk KRL Jakarta- Bogor, dan Rp 86.000 untuk ngeGrab dari Stasiun Bogor ke IPSC Sentul.

Bagi kalian yang berasal dari luar Jabodetabek / luar Jawa pastilah tidak sedikit biaya yang dikeluarkan. Semua memang butuh pengorbanan untuk menuju puncak kesuksesan. Jadi, kalian jangan ngeluh ya kalau abis banyak untuk biaya transport dan penginapan. Karena beasiswa UNHAN itu sangatlah worth it! Biaya yang kalian keluarkan saat tes tidaklah sebanding dengan biaya yang akan dikeluarkan  oleh UNHAN untuk membiayai pendidikan kalian sampek lulus nanti  :) hehe


How about Test Venue?

Di UNHAN sendiri sebenarnya tidak menyediakan tempat tinggal bagi kalian yang berasal dari luar jawa. Tapi, ada juga sebagian dari peserta tes yang menginap di Asrama UNHAN jika mereka mempunyai kenalan orang yang tinggal di asrama. Saya sendiri tidak memiliki kenalan disana. Alhasil saya berangkat dengan segala tekad dan tidak tau untuk menginap dimana. Beruntung sekali saya bertemu seorang teman dari Jawa Tengah yang kebetulan 'ngeKost' di rumah salah satu bapak satpam yang super baik banget. Dengan biaya 250ribu saya bisa menginap 3 hari dua malam di Rumah Bapak Satpam. Berangkat dan Pulang Tes dijemput dan free makan 3x sehari.  Alhamdulillah, Tuhan selalu mempertemukan saya dengan orang-orang baik.

Sehari sebelum tes, proses verifikasi kelengkapan berkas dilakukan. So, pastikan semua berkas teman-teman lengkap sesuai dengan ketentuan di website UNHAN. Tes UNHAN sendiri diselenggarakan selama dua hari berturut-turut dengan jam yang sudah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Untuk Soal TPA bagi saya sangat kurang waktunya hehe karena saya tidak bisa menyelesaikan semuanya. Untuk soal TOEFL tidak begitu sulit hanya saja saat listening diputar, audio kurang jelas terutama bagi yang kebagian kursi di belakang.

Jika semua usaha dan doa sudah dilakukan, kini tinggal pasrah dan merayu Yang Kuasa untuk memberikan yang terbaik atas ikhtiar kita. Biarkan tanganNya lah yang bekerja dan semoga kabar baik datang dalam masa pencarian beasiswa ini. Amiiiin.
Auditorium Unhan <3 td="">

Pengalaman Pertama ke Jakarta-Bogor Naik Kereta

Hi semua..

Saya pernah berdoa kepada Tuhan agar diizinkan untuk bisa mengunjungi Ibukota Indonesia. Akan tetapi dibalik doa saya terselip hasrat besar untuk tidak sekadar jalan-jalan. Saya percaya akan kekuatan doa, tekad, yang diiringi oleh ketekunan pasti membuahkan hasil yang maksimal. Tuhan pun mengabulkan doa saya meskipun butuh waktu yang tidak sebentar. Tepat pada tanggal 16 April 2018 lalu, saya diantarkan bapak menuju stasiun Mojokerto. Dengan berbekal doa restu kedua orang tua, saya berniat untuk mengikuti ujian masuk Universitas Pertahanan di kota Bogor. Senang, sedih, khawatir, dan perasaan bercampur aduk menjadi satu kala itu. Bagaimana tidak, 13 jam di dalam kereta api Jayakarta Premium menjadi perjalanan terjauh dan terlama yang pertama dalam hidup saya. Khawatir akan kejamnya ibukota pun terbesit dalam benak saya. Namun demikian, besarnya keinginan saya untuk mengunjungi Jakarta tak pelak membuat saya terkesan berani pergi seorang diri.

Berangkat dari Stasiun Mojokerto

Kereta Api Jayakarta Premiun Surabaya-Pasar Senen
Tiket kereta api Jayakarta dari Stasiun Mojokerto - Pasar Senen yaitu Rp 300.000. Terasa mahal memang untuk kereta sekelas ekonomi. Pertimbangan saya menggunakan kereta ini karena kedatangannya di Jakarta pukul 5.30 pagi. Sedangkan kereta Gaya Baru Malam yang harganya hampir separo dari kereta Jayakarta, tiba di Jakarta sekitar jam 2 malam. Saya tidak bisa membayangkan untuk menunggu pagi tiba di stasiun Pasarsenen yang saya belum tahu dimana tempat teraman untuk menunggu. Akhirnya, Kereta Api Jayakarta-lah yang membawa saya ke Jakarta dengan selamat. Alhamdulillah.

Setibanya di stasiun Pasarsenen, saya bertanya kepada petugas stasiun untuk membeli tiket KRL. Bicara soal Commuter Line (KRL) pasti gak asing bagi kalian yang tinggal di Jabodetabek. Berbeda dengan saya yang berdomisili di Jawa Timur, naik KRL merupakan pengalaman pertama selama 23 tahun saya hidup di planet yang bernama 'Bumi' ini. Honestly, saya gak pernah membayangkan sebelumnya kalau saya bisa menginjakkan dua pasang kaki saya di kota metropolitan, 'Jakarta'. 
Terdengar klise bukan? Yah..memang beginilah kenyataannya. 

Well, untuk bisa naik KRL kalian harus mempunyai kartu Tiket Harian Berjamin. Cara mendapatkan kartu ini mudah banget ya teman-teman. Cukup antri ke loket KRL dan sampaikan saja tujuan kalian kemana. Kalau saya dari Stasiun Pasarsenen- Bogor cuman Rp 6,000 saja plus biaya kartu Rp 10,000. Biaya kartu pun bisa diuangkan kembali saat kalian mengembalikan kartunya ke loket di stasiun asalkan kalian tidak lupa untuk tap in di pintu masuk dan tap out di pintu keluar stasiun. Berikut bentuk Tiket Harian Berjamin KRL Jabodetabek.

Tiket Harian Berjamin tampak depan


Tampak belakang
Gate buat tap in dan tap Out

Naik KRL itu asik dan seru loh asalkan kita naiknya ngga pas jam kerja atau pulang kerja. Karena kalau kita naik KRL disaat peak hours jangan harap bisa duduk di kursi ya... Kalian harus kuat untuk berdiri dan berdesakan dengan penumpang lainnya. Alhamdulillah sewaktu saya naik KRL pertama kali, saya mendapatkan tempat duduk dan bisa menikmati kemudahan dan kelancaran naik Commuter Line.
Penampakan gue nih
KRL yang masih lengang


Monday, February 19, 2018

My 23th Birthday

Hello everyone,  this is my brand new post in 2018.

Today is the last day of my 22nd years age. And tomorrow,  I will be 23 years old. Sadness or happiness is our choice, so I have to decide where will I be.

Here,  I'm gonna write my resolutions as a bright young woman. Ta-daa :

1. Submit my scholarship applications (KGSP,  Turkiye Burslari,  UNHAN,  AAS,  LPDP)
2. Getting 7 on IELTS
3. Involving in international summit
4. Enganged with someone who loves and I love
5. Spreading smile to everyone around
6. Be happy and always

I do believe that this little girl resolution will come true. Amin

Tuesday, December 12, 2017

Backpaker Goes to Jogjakarta (Part 1)

Desember, bulan yang berada tepat di penghujung akhir tahun kerap kali dimanfaatkan sebagian orang untuk liburan. Begitupun saya, penat rasanya setiap hari bergelut dengan pekerjaan yang selalu menantang karena terus dikejar target. Alhasil memutuskan untuk berlibur sejenak di akhir pekan di bulan Desember sepertinya menjadi pilihan yang terbaik. Sebelum meninggalkan sisa-sisa hari di tahun 2017 alangkah indahnya jika kita menciptakan memori yang mungkin tak akan terlupa. Mengabadikan kenangan melalui kamera ponsel  dengan kualitas 5 mega pixel memang tidak menghasilkan kualitas foto terbaik jika dibandingkan dengan menggunakan kamera DSLR ataupun kamera canggih lainnya. Namun, setidaknya momen-momen liburan bisa tersimpan manis di ponsel putih milikku ini.

Tepat di hari jumat sore seusai pulang kerja, aku meminta ayah untuk mengantarkan ke terminal karena aku harus ke surabaya dulu ( garasi Bus Mira Eka). Kalau dilogika, rumahku ada di Jombang dan saat itu aku mau liburan ke Jogja, nah terus ngapain muter ke Surabaya?  Jadi buat kalian yang mau naik bus ke arah barat dan pengen bisa memilih tempat duduk, aku saranin agar naik busnya dari garasi busnya langsung. Karena kalau nunggu di terminal, kebanyakan kursinya sudah di booking dan kursi yang masih kosong pun jumlahnya relative terbatas.  (note: khusus Bus Patas / non-ekonomi ) tapi kalau mau on the spot naik bus ekonomi di akhir pekan, kalian harus super duper kuat dan sehat hihihi.. kok bisa gitu? Iya soalnya akhir pekan bus ekonomi pasti penuh dan banyak yang tidak kebagian kursi. Tapi nggak mau dong, sampe jogja badan ringkih karena lelah di bus, ntar ujung-ujungnya gak jadi liburan lagi. So pastikan naik bus PATAS aja guys. Atau kalau masih ada tiket kereta api bisa pilih kereta aja karena lebih cepet plus nyaman perjalananya. Nah sayangnya kalo mau naik kereta pesennya harus dari jauh-jauh hari kalo mau dapetin tiketnya.

Back to garasi Bus, *lhaaaah*
Sesampai di garasi bus Mira Eka, aku bertemu dengan my travelmate, tadaa...siapakah dia? Dia adalah temenku SMA, Aisya namanya. Langsung saja kami naik bus jurusan Surabaya-Magelang mengingat tujuan pertama kami adalah Candi Borobudur. Biaya bus yang kami tumpangi adalah Rp.118.000 include makan di Rumah Makan Duta Ngawi. Kami mendarat dengan selamat di pintu gerbang kompleks candi Borobudur pada pukul 5.30 pagi. 

  
Gerbang Selamat Datang Candi Borobudur
dari sini harus oper bus/angkot/ojek

Dan..setelah menimbang-nimbang bahwa jarak dari tempat berhentinya bus Mira ke Borobudur amatlah jauh, kami memutuskan naik bus kota saja karena lebih murah bro..cuman 5ribu doang. Sampai di terminal bus borobudur, Om kondektur nyaranin buat naik andong atau becak. Jadi kami pun naik becak karena ransel bawaan kami berat bangeeeeet *lebay*. Oh ya sebenarnya kalau dari terminal ke Candi Borobudur jaraknya hanya 800meter saja dan ongkosnya Rp 10.000.


naik becak ke lokasi Candi


Finally, we arrived in Candi Borobudur ..
Update terbaru tiket masuk candi Brobudur bulan Desember 2017 yaitu Rp 40.000 (for adult). Barang bawaan seperti tas ransel yang berat bangeet itu kami titipkan ke satpam penjaga pintu masuk.


Arrived in Borobudur Temple 


Bicara soal traveling pasti butuhin modal banyak ya?? buat ongkos kendaraan, penginapan, tiket masuk wisata, dan bla..bla..bla lainnya. Ahh..ngga juga kok. Berbekal modal  minim tapi tetep eksis pun bisa kalian lakukan, asalkan, rela berlelah-lelahan ria menunggu kendaraan umum seperti bus kota misalnya.  Kenapa saya sebutkan bus kota? Karena sebenarnya kendaraan lain yang lebih nyaman pun sudah tersedia, benar kata pepatah bahwa ada harga ada kualitas. So kalo ngga mau capek ya naik travel aja hihi.. Setelah puas berfoto di Borobudur, kami melanjutkan perjalanan ke kota Gudeg JOGJAAAAA...

See you in my next post yaa fabulous people...



Thursday, November 23, 2017

Menjadi Tutor Bimbel One Smart Mojokerto

Good evening fellas.. How have you been doing guys? Hope you all are doing great.

Three months after I sat in IELTS real test, I teach English straightaway in the one of the best learning center "BIMBINGAN BELAJAR" namely ONE SMART in Mojokerto. I have taught for 2 months so far and I never thought that I'll go for teaching english since my educational background wasn't education or English literature LOL however, I feel so lucky having such a great moment to get along with many students from grade 6 (primary school) until 12 (Secondary school). I wasn't sure that I can teach English well but I do believe of the proverb says that practice makes perfect. Even tho I don't teach everyday yet I enjoy every second of my teaching session which is full of nervousness but fun LOL

I'm so grateful of this golden chance to prove that I do something beneficial for my country Indonesia. Hopefully I can do another essential thing which will be useful for my society.
Bimbel One Smart Jalan Jawa No. 62 Mojokerto ( near to SMAN 1 Kota Mojokerto)


My students grade 6


Sunday, February 19, 2017

Dogum Günün Kütlü Olsun Nila

Ahh..this title is so embarrassing, isn't it? Today is my birthday 20-02-2017. I'm turning into 22 years old. Firstly, I want to say Alhamdulillah to Allah, the Lord of the world who give me a beautiful life so far. There so many good people around me, even though they are not remember my special day LOL. Surely, it doesn't matter for me but a little regret, but again its okay :(

Well, in this 22 birthday I'm not celebrating as I did in my last birthday such as celebrated with friends or family bcz right now I stay in other city which is no friends here who knew my birthday :)

Okay, I just wanna say happy birthday to me. I wish everything will be great this year. I deeply want to get married and get scholarship as well. Besides, I wanna get a job for temporarily waiting for my turkiye scholarship announcement. I was so pain cz too much wasting time just lay on bed and being an underemployment LOL.

Allah knows what is the best for me. Wish all my dreams come true ^^ Amin

These some of the wishes from my friends<3 p="">